1. Ext 2 (2rd Extented)
Ext2 adalah sebah file sistem yang paling ampuh di Linux, ext2 ini hampir semua distro Linux memiliki file sistem ini. pada ext2 file sistem disimpan sebagai data blok, data blok ini mempunyai panjang yang sama meskipun panjangnnya berbeda-beda/bervarian. besar blok tersebut ditentukan dengan perintah mk2fs. jika besar blok adalah 1giga/1024, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. yang dimaksudkan kita membang setengah blok per file.
2. Ext 3 (3rd Extended)
EXT3 adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:
a.Setelah kegagalan sumber daya, “unclean shutdown”, atau kerusakan sistem, EXT2 file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck. Proses ini dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses.
Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi “unclean shutdown” tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.
b.Integritas data
EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau “unclean shutdown”. EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
c.Kecepatan
Daripada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
d.Mudah dilakukan migrasi
Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.
3. Ext 4 (4rd Extended)
Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.
Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya,Fast fsck,Journal checksumming,Defragmentation support.
4. JFS (Journaling File System)
JFS merupakan journaling filesystem yang dibuat oleh IBM, dan saat ini sudah dilepas ke publik. JFS bukanlah barang baru karena teknologi JFS telah diterapkan pada AIX se- lama lebih dari 10 tahun. JFS 1.0, yang telah siap untuk lingkungan produksi, telah dirilis pada tanggal 28 Juni 2001. Saat ini, JFS telah matang di Linux.JFS telah dimasukkan secara resmi ke kernel oleh Marcello pada seri 2.4.20, dan oleh Linus pada 2.5.6. Sayangnya, tidak banyak distribusi Linux yang memaketkan JFS sebagai filesystem default.
JFS menawarkan performa, robustness, dan dukungan SMP yang baik. Dan, dengan adanya JFS, pengguna IBM yang ingin ber pindah ke Linux setidaknya memiliki jalur migrasi yang lebih jelas pada level filesystem. Berikut ini adalah fitur JFS: Journaling filesystem.
JFS merupakan salah satu dari journaling filesystem populer di Linux. Extents-based filesystem dengan algoritma B+Tree.
JFS memiliki kebijakan dalam menangani fragmentasi dengan memanfaatkan extents, atau bagian-bagian kecil secara logikal dalam filesystem. Untuk mengoptimalkan filesystem, JFS mengandalkan utility untuk melakukan defragmentasi. Blocksize yang bervariasi, mulai dari 512 B sampai 4K. Dynamic disk inode allocation, yang memungkinkan alokasi inode pada saat dibutuhkan dan tidak harus pada saat pembuatan filesystem.
JFS sendiri juga memiliki beberapa kekurangan seperti: Ukuran minimal filesystem adalah 16M, dan ukuran maksimal adalah 512 T untuk blok 512B dan 4 P (4 Petabyte) untuk blocksize 4K.
Ukuran file sesuai dukungan VFS Linux. Tidak bisa diterapkan pada disket dan beberapa media removeable lain.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 komentar:
Post a Comment